JatimEkspress.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Dalam serangkaian pernyataannya baru-baru ini dilontarkan, Rajo Ameh, seorang Pemerhati Sosial Kemasyarakatan asal Bangka Belitung selalu berjuang dalam masalah-masalah kemanusiaan dan hak asasi manusia, mendesak Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, untuk segera mengakui Palestina sebagai sebuah negara merdeka.
Desakan tersebut disampaikan oleh Rajo Ameh dalam sebuah pertemuan dengan beberapa media yang digelar di Manggar Belitung Timur pada hari Senin (25/9) lalu, dengan tujuan mendesak dunia internasional untuk memberikan pengakuan penuh terhadap kedaulatan Palestina.
Rajo Ameh, yang selama ini selalu memantau perkembangan di Timur Tengah dan sekitarnya, dikenal selalu menyuarakan hak-hak rakyat Palestina, menegaskan bahwa sudah saatnya Italia mengikuti jejak sejumlah negara yang telah lebih dulu mengakui Palestina sebagai negara merdeka, sebagai langkah mendukung perdamaian yang adil di Timur Tengah.
“Pernyataan dari Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang masih enggan mengakui Palestina sebagai negara merdeka, sangat mengecewakan.
Italia harus mengambil sikap tegas demi mewujudkan keadilan bagi rakyat Palestina yang telah lama menderita akibat pendudukan dan ketidakadilan,” ujar Rajo Ameh kepada wartawan.
Rajo Ameh menambahkan, langkah pengakuan tersebut akan menjadi simbol solidaritas Italia terhadap perjuangan rakyat Palestina yang hingga saat ini belum mendapatkan hak-haknya sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.
Menurutnya, pengakuan Palestina sebagai negara bukan hanya masalah politik, namun juga merupakan isu kemanusiaan yang harus segera diselesaikan.
Reaksi Dunia Internasional terhadap Isu Palestina
Isu pengakuan terhadap Palestina telah menjadi sorotan global, dengan berbagai negara dan organisasi internasional terus menyerukan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri.
Sejumlah negara, termasuk Rusia, Tiongkok, dan sebagian negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah memberikan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka.
Namun, negara-negara Eropa, terutama yang tergabung dalam Uni Eropa, cenderung mempertahankan sikap hati-hati dalam hal pengakuan Palestina secara penuh.
Italia sendiri, yang saat ini dipimpin oleh PM Giorgia Meloni, masih menjadi salah satu negara yang belum memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina sebagai negara berdaulat.
Rajo Ameh mengingatkan bahwa peran Italia sebagai salah satu negara Eropa yang memiliki pengaruh besar di arena internasional sangat penting. “Kami berharap PM Meloni mendengarkan suara rakyat Italia yang menginginkan keadilan bagi Palestina.
Ini bukan hanya soal politik internasional, tapi juga soal kemanusiaan yang seharusnya tidak terabaikan,” tambahnya.
Peran Indonesia dalam Mendukung Palestina
Sebagai negara yang sejak lama mendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia terus memperjuangkan pengakuan Palestina di kancah internasional. Indonesia, yang merupakan anggota aktif di PBB dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), selalu mengusung agenda kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum internasional.
Rajo Ameh juga mengungkapkan bahwa masyarakat internasional, termasuk Indonesia, harus terus memperkuat solidaritas terhadap Palestina. “Indonesia telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung Palestina.
Kini saatnya negara-negara lain seperti Italia mengikuti langkah Indonesia untuk memberikan dukungan penuh kepada Palestina,” ungkapnya.
Tantangan Diplomatik yang Dihadapi Italia
Tantangan bagi PM Giorgia Meloni dan pemerintah Italia dalam menyikapi masalah ini cukup besar. Di satu sisi, Italia terikat dalam hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, yang selama ini menjadi sekutu utama dalam politik internasional.
Di sisi lain, Italia juga harus memperhitungkan opini publik di dalam negeri, yang kini semakin peduli dengan masalah Palestina.
Beberapa pengamat internasional melihat bahwa kebijakan luar negeri Italia di bawah kepemimpinan Meloni mungkin dipengaruhi oleh posisi Italia dalam Uni Eropa, yang umumnya cenderung mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina.
Namun, Rajo Ameh berharap agar Italia dapat berpihak pada kemanusiaan dan keadilan, bukan sekadar kepentingan politik pragmatis.
Masa Depan Palestina
Bagi Rajo Ameh, pengakuan Palestina sebagai negara merdeka adalah langkah krusial untuk membuka jalan menuju perdamaian yang lebih stabil di Timur Tengah.
“Palestina berhak untuk hidup sebagai negara merdeka dan berdaulat, sama seperti negara-negara lain di dunia. Pengakuan ini bukan hanya soal legitimasi politik, tetapi juga hak asasi manusia yang harus dihormati oleh seluruh dunia,” tutup Rajo.
Sementara itu, dunia menunggu apakah Italia akan merespons desakan ini dengan perubahan kebijakan atau akan tetap mempertahankan sikapnya yang cenderung lebih konservatif terkait pengakuan Palestina.
Kondisi di Palestina
Di tengah perdebatan politik ini, kondisi di lapangan bagi warga Palestina tetap penuh tantangan. Sejumlah wilayah di Tepi Barat dan Gaza masih berada di bawah pendudukan Israel, dengan ketegangan yang terus meningkat.
Rakyat Palestina, yang selama puluhan tahun berjuang untuk kemerdekaan, masih berharap bahwa pengakuan internasional akan menjadi langkah penting dalam meraih keadilan dan perdamaian.
Perjuangan Palestina belum berakhir, dan desakan Rajo Ameh ini adalah bagian dari upaya besar untuk memastikan bahwa suara rakyat Palestina tidak lagi diabaikan oleh dunia internasional. | JatimEkspress.Com | */Redaksi | *** |
oke