JatimEkspress.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Komite Disiplin FIFA baru saja mengeluarkan keputusan yang mengejutkan terkait Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi mereka.
Terkait kasus pemalsuan dokumen yang memungkinkan ketujuh pemain tersebut memperkuat timnas Malaysia, FIFA menjatuhkan sanksi berat, termasuk larangan berpartisipasi dalam seluruh kegiatan sepak bola selama 12 bulan.
Sanksi ini mulai berlaku pada Jumat (26/9) malam dan juga diikuti dengan denda untuk FAM serta masing-masing pemain.
Tanggapan datang dari Ketua Umum Fans Garuda Diaspora Network Global [GDN-G] yaitu Rajo Ameh, salah satu pencinta sepak bola Indonesia yang dikenal dengan sikap kritisnya.
Menurutnya, keputusan FIFA ini menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak, baik asosiasi sepak bola negara maupun para pemain.
“Saya rasa ini adalah pengingat bahwa sepak bola harus dijaga integritasnya, dan setiap keputusan yang diambil harus sesuai dengan aturan yang ada, untuk itu kami meminta FIFA untuk segera membatalkan status naturalisasi ketujuh pemain tersebut,” ujar Rajo Ameh dalam sebuah wawancara.
Ia juga menyoroti dampak dari keputusan ini terhadap citra sepak bola Malaysia. “Tentunya, ini akan menjadi beban berat bagi FAM.
Mereka harus bertanggung jawab atas kelalaian dalam memverifikasi dokumen yang digunakan oleh para pemain tersebut,” lanjut Rajo Ameh.
Rajo Ameh juga menambahkan bahwa Indonesia harus belajar dari kejadian ini. “Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi di Indonesia.
Kita harus memastikan bahwa semua proses administrasi dan verifikasi pemain naturalisasi dilakukan dengan sangat teliti, agar tidak merusak kepercayaan publik terhadap sepak bola kita.”
Keputusan FIFA ini memang menimbulkan banyak pertanyaan. Bagaimana bisa begitu banyak pemain lolos dengan dokumen palsu? Hal ini memunculkan kecurigaan tentang sistem verifikasi yang diterapkan oleh FAM.
FIFA sendiri telah menjatuhkan denda sebesar CHF 350.000 kepada FAM, yang tentu saja memberikan pukulan finansial yang cukup besar.
Namun, bagi Rajo Ameh, ini juga adalah kesempatan bagi sepak bola Malaysia untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem yang lebih transparan.
“Sebagai negara yang ingin maju di kancah sepak bola internasional, Malaysia harus lebih berhati-hati dan memastikan segala sesuatu berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pungkasnya.
Ketujuh pemain yang mendapat sanksi FIFA adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Selain larangan bermain selama satu tahun, masing-masing pemain juga harus membayar denda sebesar CHF 2.000, atau sekitar Rp41,8 juta.
Sebagai tambahan, ini merupakan pukulan besar bagi FAM yang harus menanggung denda sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,3 miliar.
Keputusan ini tentunya menjadi perhatian dunia sepak bola Asia, dan mengingatkan kita semua akan pentingnya integritas dalam olahraga yang penuh gairah ini. | JatimEkspress.Com | */Redaksi | *** |
oke