Advertisement
Follow

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Buy Now
PIMPINAN DAN MANAGEMENT SERTA REDAKSI jatimekspress.com DARI ARTASARIMEDIAGROUP MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERBITNYA MEDIA ONLINE DIGITAL jatimekspress.com SEMOGA KITA SEMUA DALAM KEBERKAHAN ALLAH SWT AAMIIN YRA EMAIL REDAKSI redaksi@jatimekspress.com

Kecam Serangan ke Ukraina, Rajo Ameh ; Tapi Bungkam ke Palestina

Foto ; nhk

JatimEkspress.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Negara-negara Eropa mengecam serangan besar-besaran yang dilancarkan Rusia ke berbagai wilayah di Ukraina pada akhir pekan lalu, dan menyerukan peningkatan tekanan terhadap Moskwa, termasuk lewat sanksi baru dari Uni Eropa.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa militer Rusia menggunakan 48 rudal dan sekitar 600 wahana nirawak dalam serangan yang berlangsung dari Sabtu hingga Minggu (27–28 September 2025).

Serangan menargetkan sejumlah infrastruktur penting di ibu kota Kyiv serta beberapa kota lain di wilayah tengah dan timur Ukraina.

Advertisement

Pemerintah Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang tewas akibat serangan tersebut di Kyiv. Beberapa bangunan sipil dan fasilitas energi mengalami kerusakan parah.

Kementerian Luar Negeri Polandia mengonfirmasi bahwa sebuah pecahan rudal merusak bagian ruang konsuler Kedutaan Besar Polandia di Kyiv. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, pemerintah Polandia menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang terus memburuk.

See also  Benarkah Sering Minum Kopi Bisa Merusak Ginjal?

Presiden Finlandia, Alexander Stubb, melalui media sosial menyebut serangan itu sebagai “brutal” dan menyatakan bahwa tindakan tersebut menunjukkan “wajah sebenarnya dari sang agresor.”

Ia menambahkan bahwa kini saat yang tepat bagi Uni Eropa untuk menyetujui paket sanksi berikutnya terhadap Rusia, serta terus menekan “mesin perang Moskwa.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna, juga menyampaikan seruan serupa melalui media sosial. Ia menulis, “Kini bukan waktunya untuk ragu.

Peningkatan sanksi, tarif, dan pemutusan hubungan harus segera dilaksanakan.” Ia juga menyatakan bahwa isolasi total terhadap Rusia perlu diberlakukan.

Uni Eropa dijadwalkan melakukan pemungutan suara dalam waktu dekat mengenai paket sanksi baru, termasuk usulan pelarangan impor gas alam cair Rusia yang rencananya akan berlaku sebelum akhir tahun 2026.

Rajo Ameh Pertanyakan Standar Ganda Eropa

Di tengah kecaman luas dari Eropa terhadap Rusia, suara berbeda muncul dari Asia Tenggara. Aktivis Sosial Indonesia, Rajo Ameh, mempertanyakan sikap diam negara-negara Eropa saat menyikapi konflik antara Israel dan Palestina.

See also  Sejak April-Juni 2025, Polda Ungkap 1.449 Kasus

Dalam pernyataan yang disampaikan pada sebuah keterangan pers di Manggar, Belitung Timur, Bangka Belitung, Rajo Ameh mengatakan:

“Ketika Rusia menyerang Ukraina, dunia — khususnya Eropa — bereaksi cepat dan tegas. Tapi saat Israel membombardir Gaza dan warga sipil menjadi korban, mengapa suara yang sama tidak terdengar?”

Ia menambahkan bahwa ketidakseimbangan dalam respons ini menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi moral dan posisi politik internasional dalam menghadapi pelanggaran hak asasi manusia.

Rajo Ameh bukan satu-satunya yang menyampaikan pandangan tersebut. Beberapa organisasi masyarakat sipil dan aktivis HAM di berbagai negara juga menyuarakan keprihatinan terkait perbedaan perlakuan terhadap konflik di Ukraina dan Palestina.

Isu Kemanusiaan dalam Fokus Global

Sementara negara-negara Barat meningkatkan bantuan militer dan ekonomi kepada Ukraina, situasi kemanusiaan di Gaza terus menjadi perhatian organisasi internasional. Laporan dari lembaga-lembaga kemanusiaan menunjukkan dampak signifikan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, dalam konflik yang berlangsung di wilayah Palestina.

See also  Tech Thrills: Immerse in the Future with VR Innovations

Sekretaris Jenderal PBB sebelumnya telah menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mematuhi hukum humaniter internasional di semua konflik — baik di Ukraina maupun di Timur Tengah.

Namun, seruan untuk keadilan yang konsisten masih menjadi tantangan besar di tengah geopolitik global yang kompleks.

Negara-negara Eropa kini tengah mempercepat pembahasan sanksi tambahan terhadap Rusia menyusul eskalasi militer terbaru. Sementara itu, sejumlah suara dari dunia internasional meminta agar prinsip keadilan dan kemanusiaan diterapkan secara merata, tanpa selektivitas.

Di tengah meningkatnya ketegangan global, komunitas internasional dihadapkan pada ujian penting — apakah solidaritas dan kepedulian kemanusiaan mampu melampaui batas wilayah dan politik. | JatimEkspress.Com | */Redaksi | *** |

1 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement