Advertisement
Follow

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Buy Now
PIMPINAN DAN MANAGEMENT SERTA REDAKSI jatimekspress.com DARI ARTASARIMEDIAGROUP MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERBITNYA MEDIA ONLINE DIGITAL jatimekspress.com SEMOGA KITA SEMUA DALAM KEBERKAHAN ALLAH SWT AAMIIN YRA EMAIL REDAKSI redaksi@jatimekspress.com

Dirut RSMH Palembang ; Jawab Isu Perbedaan Layanan Pasien

Foto ; sumselupdate

Palembang | Sumatera Selatan | JatimEkspress.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Isu yang beredar mengenai perbedaan layanan antara pasien BPJS reguler dengan pasien Graha Eksekutif di RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang akhirnya mendapat penjelasan resmi.

Direktur Utama RSMH, dr Siti Khalimah, SpKJ, MARS, menegaskan bahwa fasilitas Graha Eksekutif bukanlah ajang bisnis atau bentuk diskriminasi, melainkan sebuah pilihan layanan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pasien BPJS yang ingin menikmati fasilitas kelas yang lebih tinggi dengan biaya tambahan yang terjangkau.

Layanan yang Berbeda, Tapi Bukan Diskriminasi

Menanggapi beragam spekulasi dan kekhawatiran di masyarakat, dr Siti Khalimah memberikan klarifikasi terkait isu yang sempat mengemuka tentang perbedaan kualitas layanan bagi pasien BPJS di RSMH Palembang.

Advertisement

Dirinya menjelaskan, setiap hari RSUP Dr Mohammad Hoesin melayani sekitar 1.500 pasien BPJS reguler, dan 200 pasien yang menggunakan fasilitas Graha Eksekutif.

Tentu saja, perbedaan tersebut menyangkut kenyamanan dan fasilitas yang diberikan, namun tidak mengarah pada diskriminasi atau pengabaian terhadap kualitas medis.

“Di Graha Eksekutif, jumlah pasien per hari tidak lebih dari 200 orang, sekitar 100 pasien di antaranya adalah peserta BPJS yang memilih naik kelas, sementara sisanya adalah pasien dari asuransi swasta atau mandiri,” ujar dr Siti kepada media, beberapa waktu lalu.

See also  The Surge of Electric Vehicles Today

Ia menambahkan bahwa pasien BPJS yang memilih untuk naik kelas ini hanya dikenakan biaya tambahan sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, yang mana merupakan 75 persen dari klaim BPJS Kesehatan.

Menurutnya, biaya tersebut relatif terjangkau jika dibandingkan dengan tarif rumah sakit penuh. Ini menunjukkan bahwa fasilitas Graha Eksekutif justru menjadi sebuah privilege atau hak istimewa bagi pasien BPJS yang ingin merasakan layanan yang lebih nyaman tanpa harus menanggung biaya tinggi.

Pelayanan Medis yang Setara

Meskipun ada perbedaan dalam fasilitas dan kenyamanan, dr Siti menegaskan bahwa pelayanan medis yang diberikan di Graha Eksekutif dan di ruang reguler adalah setara.

Baik pasien BPJS reguler maupun yang memilih Graha Eksekutif, keduanya akan mendapatkan pengawasan medis yang sama. Namun, perbedaan terletak pada siapa yang menangani pasien tersebut.

See also  Dua Warga Negara Jepang Tewas Ditembak di Manila

“Pasien reguler bisa saja ditangani oleh dokter residen (PPDS) karena RSMH juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran Unsri. Semua tindakan tetap dalam pengawasan dokter konsulen,” jelas dr Siti.

Sementara itu, pasien di Graha Eksekutif akan langsung ditangani oleh dokter spesialis atau konsulen yang berpengalaman, memberikan tambahan rasa aman dan nyaman.

Layanan Graha Eksekutif Bukan untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Sakit

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), RSUP Dr Mohammad Hoesin harus menanggung seluruh biaya operasional rumah sakit, termasuk alat medis dan obat-obatan, yang sebagian besar dibiayai oleh klaim BPJS. Meskipun demikian, klaim BPJS memiliki keterbatasan dan tidak mencakup seluruh biaya operasional rumah sakit.

“90 persen pasien kami adalah peserta BPJS, dan klaim BPJS tidak semudah klaim pasien swasta yang dapat menggunakan tarif penuh rumah sakit.

Oleh karena itu, layanan Graha Eksekutif bukan dimaksudkan untuk mendongkrak pendapatan rumah sakit, melainkan untuk memberikan pilihan layanan yang lebih nyaman bagi pasien,” tegas dr Siti.

Ini menjadi klarifikasi penting, mengingat banyaknya anggapan bahwa fasilitas Graha Eksekutif hanya bertujuan untuk meraup keuntungan lebih banyak.

See also  Breaking News: The Latest Developments and Trends

Padahal, tujuan utamanya adalah memberikan alternatif yang lebih baik bagi pasien yang memilih kenyamanan lebih, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan medis.

Kesimpulan

Klarifikasi dari dr Siti Khalimah membawa pencerahan mengenai isu yang sempat berkembang tentang perbedaan layanan antara pasien BPJS reguler dan pasien Graha Eksekutif di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang.

Meskipun ada biaya tambahan untuk pasien BPJS yang memilih naik kelas ke Graha Eksekutif, perbedaan layanan yang diberikan bukanlah bentuk diskriminasi atau eksploitasi, melainkan pilihan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi mereka yang menginginkan fasilitas kelas satu dengan biaya yang masih terjangkau.

Dengan demikian, RSUP Dr Mohammad Hoesin berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas pelayanan medis bagi semua pasien, baik yang menggunakan BPJS maupun asuransi swasta, tanpa membedakan perlakuan dalam aspek medis.

Sebagai rumah sakit pendidikan, RSMH tetap mengedepankan prinsip pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berbasis pada kebutuhan pasien. | JatimEkspress.Com | */Redaksi | *** |

1 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement