Advertisement
Follow

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Buy Now
PIMPINAN DAN MANAGEMENT SERTA REDAKSI jatimekspress.com DARI ARTASARIMEDIAGROUP MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERBITNYA MEDIA ONLINE DIGITAL jatimekspress.com SEMOGA KITA SEMUA DALAM KEBERKAHAN ALLAH SWT AAMIIN YRA EMAIL REDAKSI redaksi@jatimekspress.com

Dihimbau! Kapolres Beltim ; Kendaraan Diatas 3 Ton Tidak Melalui Jalan Tengah

Foto ; polresbeltim

JatimEkspress.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Hujan yang mengguyur Kabupaten Belitung Timur secara terus menerus pada Rabu [17/09] lalu telah menghanyutkan sebuah jembatan yang berada di Desa Air Ruak Kecamatan Simpang Renggiang Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Jembatan yang amblas tersebut diakibatkan intensitas air yang begitu deras sehingga menghanyutkan badan jembatan dan mengakibatkan jalan jalur tengah yang menghubungkan dua kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Pulau Belitung yaitu Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Belitung terputus total.

Sementara dua jalur jalan yang juga menghubungkan dua kabupaten tersebut yaitu jalan jalur Kecamatan Kelapa Kampit dan jalan jalur Kecamatan Gantung masih tetap aman untuk dilalui segala jenis kendaraan, begitu informasi terkini yang diterima redaksi melalui pesan singkat whatsapp.

Advertisement

Kapolres Belitung Timur Tinjau Pembangunan Jembatan Alternatif

Sementara itu, pasca putusnya jembatan utama di Jalan Raya H.A.S. Hananjoeddin, Dusun Aik Ruak, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, tim gabungan dari berbagai instansi segera bergerak cepat membangun jembatan alternatif.

Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M. secara langsung meninjau proses pembangunan jembatan darurat tersebut, Kamis (18/09/2025) lalu.

Kapolres Belitung Timur yang didampingi oleh Camat Simpang Renggiang, Kapolsek Gantung, serta perwakilan dari TNI AD dan instansi lainnya, tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.

Jembatan yang ambles dan terputus akibat gerusan air hujan ini membuat akses transportasi menjadi lumpuh total.

Dalam peninjauannya, AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M. mengapresiasi kerja sama antara semua pihak, termasuk personel kepolisian, TNI, BPBD, Pol PP, dan masyarakat setempat, yang bahu-membahu dalam proses pembangunan jembatan alternatif.

See also  In the Spotlight: Breaking News in Technology and Beyond

Pembangunan ini menggunakan material besi Ramdoor milik PT. SMA sebagai rangka utama.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar jembatan ini dapat segera selesai dan digunakan kembali oleh masyarakat,” ujar AKBP Indra Feri Dalimunthe.

Meskipun panjang material Ramdoor yang tersedia hanya 10 meter, sementara bagian jalan yang rusak mencapai 15 meter, tim di lapangan tetap berupaya keras. Mereka menggunakan pasak dari kayu bulat dan menimbunnya dengan tanah luko untuk memastikan jembatan darurat ini aman untuk dilintasi.

Hingga saat ini, situasi di lokasi pembangunan jembatan berjalan dengan baik. Personel Polres Belitung Timur bahu-membahu memberikan bantuan sehingga proses perbaikan jembatan berjalan dengan lancar dan nanti dapat digunakan kembali.

Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M menghimbau kepada semua masyarakat pengguna jalan agar mematuhi kemampuan jembatan sementara yang hanya berkemampuan sekitar tiga ton saja.

“Jadi kendaraan yang roda 6 ke atas baik tanpa atau dengan muatan agar jangan dulu melewati jalur jalan tengah dikarenakan hanya berkemampuan tiga ton saja,” ujar Kapolres.

Mengingat kapasitas Ramdor/ ladder yg terbatas, yaitu :

  1. Ramdor hanya memiliki kapasitas 3 ton;
  2. Panjang kerusakan jalan 14 meter, sementara panjang ramdor hanya 10 meter. Itu berarti ada 4 meter tanah timbunan yg menjadi landasan ramdor dan kapan saja bisa amblas;
  3. Cuaca yg masih sering hujan sehingga tanah timbunan sbg landasan ramdor masih basah.

Kapolres Belitung Timur berharap masyarakat tetap mematuhi kondisi jembatan darurat tersebut ; bagi kendaraan roda 6 keatas baik tanpa atau apalagi berisi beban agar menggunakan jalan jalur trans Kecamatan Gantung dan Kecamatan Kelapa Kampit ; mengingat beberapa hal terjadi di lapangan berupa anggota kepolisian sering bersitegang dengan pengemudi roda 6 keatas yg memaksa untuk lewat.

See also  Robots in Workplaces: Future or Fad?

“Jika jembatan darurat tersebut runtuh kembali, maka akses jalan tengah benar-benar tidak akan bisa di lewati dan kerusakan akan semakin parah,” tegas Kapolres Belitung Timur.

Kondisi jembatan di Dusun Aik Ruak, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ternyata bukan masalah baru. 

Jembatan tersebut diketahui sudah lama mengalami kerusakan dan bahkan sempat diusulkan untuk diperbaiki dalam perencanaan tahun 2025.

Namun, karena pertimbangan efisiensi anggaran, proses perbaikannya tertunda.

Fakta itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR dan Perumahan Rakyat (DPUP2PR) Kabupaten Beltim, Asep Suhayanto di lokasi jembatan amblas, Rabu (17/9/2025) lalu.

Menurut Asep, jembatan di Aik Ruak yang kini amblas memang belum pernah mendapatkan perbaikan sejak Provinsi Bangka Belitung (Babel) memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Jalan itu dari dulu belum pernah tersentuh perbaikan besar. Usulan ke Provinsi sudah disampaikan, tapi belum terealisasi hingga sekarang,” ujar Asep kepada wartawan.

Kerusakan yang semakin parah akibat intensitas curah hujan tinggi, membuat jalur ini rawan membahayakan pengguna jalan.

Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah darurat.

Kepala Dinas Perhubungan Beltim, Amirudin, menyatakan Tim PJU (Penerangan Jalan Umum) sudah ke lokasi amblesan.

Tujuannya adalah untuk memasang lampu tambahan di sekitar jembatan dan titik-titik rawan.

“Ini bagian dari langkah cepat. Lampu tambahan akan memudahkan penanganan sementara, sekaligus membantu persiapan jalur evakuasi atau kedaruratan jika diperlukan,” kata Amirudin.

See also  The Latest Tech Gadgets Revolutionizing Everyday Life

Pemkab Beltim juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jalur Aik Ruak, terutama di malam hari.

Pemasangan lampu penerangan diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan, sembari menunggu proses perbaikan permanen dari pihak Provinsi.

Diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Beltim sejak Rabu pagi hingga siang hari menyebabkan jembatan di Dusun Aik Ruak, Desa Simpang Tiga amblas dan putus total.

Amblasnya jembatan di ruas jalan nasional jalur Manggar-Tanjungpandan disebabkan oleh debit air yang melebihi kapasitas saluran hingga menggerus tanah dan menyebabkan kerusakan serius.

Sejumlah warga Aik Ruak Desa Simpang Tiga menuturkan bahwa hujan memang sudah turun sejak pagi hari, namun baru mulai mengguyur deras sekitar pukul 13.00 WIB.

“Hujan mulai dari pagi, tapi tidak terlalu lebat. Baru deras sekitar jam 1 siang,” ujar salah satu warga kepada Belitong Ekspres di lokasi jembatan putus wilayah Kecamatan Simpang Renggiang itu.

Menurut kesaksian warga lainnya, akses jalan tengah penghubung Kabupaten Beltim dan Belitung itu masih dapat dilalui hingga pukul 14.00 WIB.

Beberapa pengendara masih sempat menggunakan jembatan Aik Berangan, penamaan warga lokal sebelum akhirnya benar-benar amblas sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saya masih sempat jemput anak sekolah sekitar jam setengah 2. Jalan ini masih bagus. Jadi mungkin jam 3-an jalan putus,” tambahnya.

Putusnya akses Jalan H.AS Hanandjoeddin yang berstatus jalan nasional tersebut mengganggu arus lalu lintas antara Manggar-Tanjungpandan dan wilayah sekitarnya. | JatimEkspress.Com | */Babelpos | *** |

1 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement