Advertisement
Follow

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Buy Now
PIMPINAN DAN MANAGEMENT SERTA REDAKSI jatimekspress.com DARI ARTASARIMEDIAGROUP MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERBITNYA MEDIA ONLINE DIGITAL jatimekspress.com SEMOGA KITA SEMUA DALAM KEBERKAHAN ALLAH SWT AAMIIN YRA EMAIL REDAKSI redaksi@jatimekspress.com

Puskesmas Mengkubang Serukan Waspada DBD Sejak Dini

Foto ; repro/dok/pm*

JatimEkspress.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Belitung Timur kembali diingatkan akan ancaman serius penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang hingga kini masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat di berbagai daerah tropis, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui pesan layanan masyarakat yang disampaikan oleh Puskesmas Mengkubang di Kecamatan Damar, upaya pencegahan kembali ditegaskan dengan mengedepankan gerakan 3M Plus sebagai langkah strategis dan efektif untuk menekan penyebaran penyakit mematikan tersebut.

Seruan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, tren kasus DBD di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan meningkat pada musim hujan.

Advertisement

Kondisi lingkungan yang lembap, genangan air, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular virus dengue.

Dalam pesan yang disampaikan, pihak Puskesmas Mengkubang menekankan bahwa pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan tenaga medis atau pemerintah semata.

Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit ini.

Oleh karena itu, gerakan 3M Plus kembali digaungkan sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.

Tiga langkah utama dalam gerakan 3M meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang.

Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan vas bunga secara rutin minimal seminggu sekali menjadi langkah awal yang krusial.

Kebiasaan ini bertujuan untuk menghilangkan jentik nyamuk yang berkembang di air bersih yang tergenang.

Selanjutnya, menutup rapat tempat penampungan air seperti gentong, tendon, dan kendi juga menjadi langkah penting untuk mencegah nyamuk bertelur.

See also  Healing Demokrasi 2025 ; Cerdas Politik & Demokrasi

Banyak masyarakat yang masih mengabaikan hal ini, padahal wadah terbuka menjadi lokasi favorit bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Langkah ketiga adalah mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, seperti botol plastik, kaleng, dan ban bekas.

Barang-barang yang tampak sepele ini justru sering menjadi sarang tersembunyi bagi jentik nyamuk jika tidak dikelola dengan baik.

Namun, upaya pencegahan tidak berhenti pada 3M saja. Puskesmas Mengkubang juga menambahkan pendekatan “Plus” yang melengkapi strategi tersebut.

Langkah tambahan ini meliputi penggunaan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, penggunaan obat nyamuk atau lotion anti nyamuk, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat hinggap nyamuk dewasa.

Selain itu, pemasangan kasa atau kawat pada ventilasi rumah juga dianjurkan sebagai upaya perlindungan tambahan.

Langkah ini terbukti efektif dalam mengurangi risiko masuknya nyamuk ke dalam rumah, terutama pada malam hari ketika aktivitas nyamuk meningkat.

Kepala Puskesmas Mengkubang dalam keterangannya menyebutkan bahwa edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Kesadaran kolektif adalah kunci. Kalau hanya satu dua rumah yang menerapkan 3M Plus, hasilnya tidak akan maksimal. Ini harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Belitung Timur sebagai daerah yang memiliki banyak kawasan permukiman dengan karakteristik lingkungan tropis memang memiliki potensi risiko yang cukup tinggi terhadap penyebaran DBD.

See also  Aksi Cepat Polri Atasi Pohon Tumbang & Buka Akses Jalan Warga

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Tidak hanya itu, peran sekolah juga dinilai sangat strategis dalam menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda.

Program edukasi kesehatan lingkungan dapat dimasukkan dalam kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Anak-anak yang memahami bahaya DBD diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga mereka.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diharapkan terus meningkatkan program fogging atau pengasapan di wilayah-wilayah yang terindikasi terdapat kasus DBD.

Meski demikian, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa fogging bukanlah solusi utama, melainkan hanya langkah darurat untuk membunuh nyamuk dewasa.

Pencegahan melalui 3M Plus tetap menjadi strategi paling efektif dan berkelanjutan.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka kasus DBD di Indonesia masih cukup tinggi setiap tahunnya, dengan ribuan kasus yang dilaporkan dari berbagai provinsi.

Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan masih perlu ditingkatkan, terutama di tingkat masyarakat.

Puskesmas Mengkubang juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, serta munculnya bintik merah pada kulit.

Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang dapat berujung fatal.

Lebih jauh, gerakan 3M Plus juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan sehat dan mendukung program nasional pengendalian penyakit menular.

See also  Mengenal Budaya, Bahasa, Kesenian, hingga Kuliner Khas Suku Jawa

Dengan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan angka kasus DBD dapat ditekan secara signifikan.

Pesan yang disampaikan oleh Puskesmas Mengkubang ini bukan sekadar imbauan, melainkan ajakan nyata untuk bertindak.

Dalam konteks pembangunan kesehatan, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Kesadaran dan kepedulian menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.

Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi saat ini, mulai dari penyakit menular hingga penyakit tidak menular, langkah sederhana seperti 3M Plus menjadi simbol bahwa perubahan besar dapat dimulai dari hal kecil.

Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.

Belitung Timur memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang bebas dari DBD jika seluruh elemen masyarakat bersatu dalam gerakan ini.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia harus terus dihidupkan dalam setiap upaya menjaga kesehatan lingkungan.

Sebagai penutup, Puskesmas Mengkubang kembali menegaskan pesan penting kepada seluruh masyarakat: DBD bisa dicegah jika kita peduli dan rutin menerapkan 3M Plus.

Ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk melindungi generasi masa depan dari ancaman penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Kini, pilihan ada di tangan kita semua. Apakah akan terus membiarkan lingkungan menjadi sarang penyakit, atau bersama-sama bergerak menciptakan perubahan?

Jawabannya terletak pada kesadaran dan tindakan nyata yang dimulai dari rumah masing-masing. | JatimEkspress.Com | */Redaksi | *** |

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement